/>
Home » » TUHAN, IZINKAN IBU KU BAHAGIA !!!

TUHAN, IZINKAN IBU KU BAHAGIA !!!

Written By The Boys Club on Senin, 23 Januari 2012 | 07.54

Ide Cerita : Ricky Saputra Koto
Skenario : Ricky Saputra Koto

TRADE MARK
FADE OUT
FADE IN
 
SCENE 1
INT – SEKOLAHAN – SIANG
Bel pulang sekolah berbunyi, anak” bergegas merapihkan peralatan belajarnya, dan memberikan salam kepada guru mereka kemudian mereka meninggalkan kelas.
MURID
Selamat siang bu ???
GURU
Selamat siang, besok kita lanjutkan kembali !!!
Namun embun tidak beranjak dari tempat duduknya, kemudian nisa, vindi dan sofia sahabat embun yang sudah berada dipintu kelas merasa heran kenapa embun tidak juga pulang, karena mereka terbiasa pulang bersama, lalu merekapun menghampiri embun.
SOFIA
Ada apa embun, kenapa kamu masih disini ???
EMBUN
Eum ga kenapa” kok hanya sedikit pusing saja ( sambil memegang keningnya )
VINDI
Kamu sakit ya ??? ( sambil menempelkan telapak tangannnya didahi embun )
EMBUN
Enggak kok cuma pusing biasa aja !!!
NISA
Ya udah kalau gitu, kita pulang yuk ? takut nanti sampai rumah kesorean, belum bikin tugas buat besok, lagian cacing dalem perut aku dari tadi udah ngamuk, hehehehe ( sambil memegang perutnnya )
VINDI
Ya ampun nisa, sepertinya kalau otak kamu dibedah pasti memori didalamnya Cuma makanan yang kamu ingat !!!
NISA
Hehehe, makhlum bawaan lahir.
EMBUN
( tersenyum ) ya udah kita pulang yuk sepertinya kepala aku sudah mendingan !!!
SOFIA
Kamu yakin embun ???
EMBUN
Iya ( sambil berdiri ), lagi pula bener yang dibilang nisa tajutnya nanti malah kesorean !!!
NISA
Tukan bener yang aku bilang, embun saja setuju, tumben ya aku pinter ? hehehe
VINDI
Iya pinter makan hahaha
Lalu merekapun meninggalakan kelas dan pulang
Cut to
SCENE 2
INT – RUMAH EMBUN – SIANG
Embun sampai dirumah, namun dia mendegar dilles ( kakak laki”nya ) sedang memarah”i bu niza ( ibu mereka ).
DILLES
Dasar perempuan tua, ngapain sih lo masih hidup ??? kenapa lo ga mati aja ??? lo tau hidup lo Cuma bikin mallu gue, lo itu sudah tua, jelek, matapun lo buta, apa yang bias gue harepin dari lo ???
BU NIZA
Massya Allah nak, apa salah ibu sama kamu ? ( sambil mengurut dada )
DILLES
Kesalahan lo adalah gue terlahir dari perempuan jelek seperti lo !!!
EMBUN
Ya ampun kak, apa yang kakak katakan ??? sadar kak ini ibu !!! ( sambil memegangi tangan ibunya )
DILLES
Diam lo, anak kecil seperti lo tahu apa ??? ga usah lo ikut campur urusan gue !!! ( sambil meninggalkan rumah )
BU NIZA
Sudahlah nak, biarkan saja kakak mu.
EMBUN
Ya sudah kalau begitu ibu istirahat saja ya bu, biar embun antar kekamar.
BU NIZA
Tidak apa” ibu bisa sendiri nak, kamu ganti baju saja lalu makan, oh iya apa kamu sudah shallat dzuhur ?
EMBUN
Sudah bu, tadi di sekolah.
( embun mengantar ibunya kekamar )
Cut to
SCENE 3
EXT – HALAMAN MASJID – MALAM
Embun selesai mengaji dan hendak pulang, dengan sahabat”nya, lalu tiaba” rey ( teman mengaji embun ) memanggilnya.
REY
Embun, tunggu !!!!
Embun dan sahabat”nya menoleh, kemudian terjadi percakapan sepanjang jalan.
EMBUN
Eh rey ada apa ???
REY
Enggak, Cuma mau pulang bareng aja, kan arah rumah kita sama !!! ( malu” )
EMBUN
Oh ( menunduk ) sambil tersenyum
REY
Bagaimana sekolah kamu ???
NISA
Ga ada masalah, ( menjawab pertanyaan rey )
SOFIA
Hush, yang ditanya bukan kamu tapi embun
NISA
Hehehe, gapapa aku yang wakilin jawab.
SOFIA
Mana boleh seperti itu
NISA
Iya deh galak.
Teman” yang lainnya tersenyum melihat tingkah nisa, lalu vindi sampai dirumahnya.
VINDI
Aku duluan ya.
SEMUA
Oh iya
Tak jauh dari rumah vindi sampai didepan rumah sofia dan nisa yang bersebelahan.
SOFIA
Kita duluan ya embun, rey
REY
Oh iya sofia, nisa
EMBUN
Iya
NISA
Kalian hati” ya
EMBUN
Iya nisa
Lalu rey dan embunpun jalan kembali
REY
Jadi bagaimana sekolah kamu ??? soalnya tadi belum kamu jawab.
EMBUN
Baik, ( menjawab seadanya )
REY
Lalu ???
EMBUN
Apanya ???
REY
Hehehe, maksud aku bagaimana dengan pelajaran kamu, apa ada yang sulit ???
EMBUN
Sejauh ini belum sih ( sambil tersenyum )
Dari kejauhan terdengar suara dilles memanggil embun dan dillespun menghampiri mereka.
DILLES
Embunnnnnnn, heh embunnnnn, lo mlah asyik” pacaran ya, gue nyariin lo dari tadi.
EMBUN
Ada apa kak ???
DILLES
Tolong ya lo kasih tau perempuan tua itu jangan pernah panggil gue nak didepan teman” gue.
EMBUN
Massya Allah, kak itu ibu kak.
DILLES
Gue ga perduli, dia Cuma bikin mallu dan susah gue aja.
EMBUN
Ibu sudah mati”an menghidupi kita kak, siang malam beliau banting tulang bahkan dia rela menjadi buruh cuci hanya demi kita mendapatkan pendidikan yang layak kak. Kakak malah tega ngomong kaya gitu.
DILLES
Lo itu sama aja sama ibu lo ya, bikin panas kuping gue aja !!!
REY
Massya Allah,
DILLES
Eh, apa lo, mau ikutan ceramah juga ???
EMBUN
Sudah rey, ga usah diladenin, aku duluan ya kasihan ibu sendirian !!!
REY
Oh iya….

Cut to
SCENE 4
INT – RUMAH EMBUN – MALAM
EMBUN
asallamualaikum bu,
BU NIZA
Wa’alaikumsallam. Apa kamu melihat kakak mu embun ???
EMBUN
Eum, tadi pas embun pulang ngaji dia ada di depan bu !!!
BU NIZA
Oh syukurlah kalau dia masih didaerah sini, soalnya tadi habis dia marah” dia langsung keluar.
EMBUN
Emang selalu begitukan bu ???
BU NIZA
Iya, ntahlah ibu sangat sayang sekali sama dia, entah kapan dia akan menerima keadaan ibu seperti ini !!!
EMBUN
Yang sabar ya bu ( memeluk ibunya )
BU NIZA
Ibu selalu sabar, karena ibu yakin suatu saat kakak mu akan sadar kalau ibu sangat sayang sama dia, ya sudah banyak cucian yang belum ibu kerjakan, ibu mau nyuci dulu ya nak !!!
EMBUN
( di dalam hati : Ya ampun sudah malam begini ibu masih saja bekerja untuk kita )
Eum biar embun saja yang kerjakan, ibu istirahat saja….
BU NIZA
Tidak usah, besok kamu harus sekolah, apa kamu tidak ada PR ???
EMBUN
Nanti embun kerjakan setelah mencuci pakaian ini bu…
BU NIZA
Tidak usah nak, lebih baik kamu kerjakan saja PR kamu. Ibu justru akan marah jika kamu tidak belajar dengan rajin….
EMBUN
Tapi bu,
BU NIZA
Sudah sana,
EMBUN
Ya sudah tapi kalau nanti ibu perlu apa” panggil embun ya bu !!!
BU NIZA
Iya….
Cut to
SCENE 5
IN – KAMAR EMBUN – MALAM
Embun sedang mengerjakan tugasnya, tiba” dia mendapat sms dari rey.
REY
Embun, aku tunggu didepan ya ???
EMBUN
Ada apa ? sudah malam, lagi pula aku belum selesai mengerjakan tugas sekolah ku, besok sudah dikumpulkan. ( membalas sms rey )
REY
Hanya sebentar saja, ada yang ingin aku sampaikan sama kamu ???
EMBUN
Apa itu ???? memang tidak bisa di sms saja ya ???
REY
Eum sepertinya tidak bisa kalau di sms, ya sudah besok saja ya jam 4 sore di taman.
Embun sangat penasaran dengan sms rey, kemudian dia menyelesaikan tugas sekolahnya. Namun tiba” embun merasakan pusing kembali pada kepalanya kali ini disertai mual. Karena dia merasa hanya masuk angin biasa diapun tidak terlalu menghiraukannya dan tidak mau memberitahukan pada ibunya. Setelah itu dia tidur.
SCENE 6
IN – RUMAH EMBUN – PAGI
sebelum berangkat sekolah embun membantu ibunya, menyeterika pakain hasil cucian ibunya karena siang sudah harus diantarkan pada pemiliknya.
IBU
Sudah beres belum nak ???
EMBUN
Tinggal dua lagi bu.
IBU
Ya sudah selesai ini kamu sarapan ya sebelum berangkat kesekolah.
EMBUN
Iya bu, ibu jangan terlalu capek, ibu jangan terlalu memaksakan diri nanti ibu malah sakit.
IBU
Kalau bukan seperti ini dengan cara apa lagi kita akan mendapatkan uang, kamu tahu sendiri kita butuh uang untuk makan, biaya kuliah kakak kamu, dan biaya sekolah kamu embun.
EMBUN
Tapi embun bisa kok gantiin ibu cari uang.
IBU
Tidak usah nak, biar ibu saja yang bekerja, ibu hanya ingin kamu sekolah agar kamu dan kakak mu menjadi orang sukses, tidak ada hal lain yang ibu inginkan dari kalian selain kalian hidup bahagia dan hidup kalian menjadi lebih baik suatu saat. Dari itu yang kalian butuhkan hanya pendidikan yang layak.
EMBUN
Tapi embun tidak tega melihat ibu siang malam terus seperti ini bu.
IBU
Karena itu sekolahlah yang rajin, jadilah orang sukses agar suatu saat kamu dapat bahagiakan ibu mu ini.
EMBUN
( terdiam sesaat ) lalu berkata dalam hati, ya Allah izinkan lah hamba bahagiakan ibu.
IBU
ya sudah kalau sudah selesai, sarapan dulu nak,
EMBUN
Iya bu, embun boleh nanya ga bu ???
IBU
Apa itu ???
EMBUN
Ayah itu orangnya bagaimana sih bu ???
IBU
ayah kamu orang yang sangat baik, sabar, dan penyayang.
EMBUN
Berarti dia saying dong sama embun bu ???
IBU
tentu,
EMBUN
andai saja ayah masih hidup, embun ingin sekali memeluknya, embun hanya ingin merasakan dekapan seorang ayah, embun ingin tahu bagaimana hangatnya pelukan itu.
IBU
( Terdiam )
EMBUN
Lalu kenapa ayah bisa meninggal bu ???
IBU
Ayah mu sakit kanker otak, tuhan mengambil dia kembali melalui sakitnya itu, andai saja ayah mu masih hidup, mungkin kita tidak akan seperti saat ini,
EMBUN
Tapi embun bersyukur masih mempunyai seorang ibu yang begitu saying dan peduli terhadap anak”nya. Embun sangat saying sama ibu, makanya embun ga mau kalau ibu terlalu capek, embun ga mau ibu sakit.
IBU
( tersenyum ) ya sudah sarapan sana takutnya nanti kamu telat sampai sekolah.
EMBUN
Iya bu,
Selesai makan embunpun pamit kepada ibunya,
EMBUN
Embun berangkat dulu ya bu, asallamualaikum.
IBU
Wa’alaikumsallam hati” ya nak.
Tidak berapa lama dilles muncul dan duduk dimeja makan, dan membuka tudung saji dimeja makan tersebut.
DILLES
Makanan apa ini, setiap hari hanya nasi busuk ini terus yang ada di meja makan, gila kali ya, masa gue disuruh makan ini terus, ga ada makanan lain apa ???
Lalu dia memanggil ibunya.
DILLES
Bu,,,,,,,,,,,,,,,,,,ibu,,,,,,,,,,u
Ibunya menghampirinya.
IBU
Iya nak, ada apa ?
DILLES
Siapa ini yang masak ??? setiap hari aku hanya diberi makanan seperti ini terus. Ga bosen apa hanya nasi goreng terus yang disajikan ???
IBU
adik mu yang buat, kamu ga suka ya nak ???
DILLES
Bukan ga suka, tapi bosen, emang dasar kamu itu hanya perempuan tua ga berguna,,,
( sambil membantingkan piringnya )
IBU
Ya sudah ibu buatkan yang lain ya kalau kamu ga mau makan ini.
DILLES
Ga usah, aku makan diluar aja, udah ga selera. Ya sudah mana uangnya ???
IBU
Ibu hanya ada segini ( sambil menyodorkan uang 20 ribu )
DILLES
Ya udah sini, ( setelah itu berlalu meninggalkan ibunya )
Cut to
SCENE 7
IN – KANTIN – JAM ISTIRAHAT SIANG
Embun dan sahabat”nya pergi kekantin, namun tiba” seorang pria ( tommy ) dan embun saling bertabrakan dan buku yang dibawa embunpun terjatuh.
TOMMY
Eh lo kalau jalan pakai mata dong.
NISA
Lo tolol ya, sejak kapan jalan itu pakai mata ??? lo sekolah tapi otak lo masih bego ya ??? ( membela )
TOMMY
Iya maksud gue kalau temen lo jalan pasang matanya.
NISA
Nahkan tambah lagi bego lo, lo ga lihat apa matanya terpasang dengan baik.
TOMMY
Lo bener” ya, untung aja lo cewek, kalau lo cowok ( sambil mengepal tangannya )
NISA
Apa ? kalau gue cowok lo mau apa ? lo mau suka sama gue ? hahahaha ( sambil meledek )
Lo fikir, mentang” lo cowok terus gue dan temen” gue harus takut gitu, sini maju lo kalau berani ( sambil mengambil ancang” )
EMBUN
Sudahlah nisa aku ga apa” kok, yuk kita pergi. ( sambil mengambil bukunya yang jatuh )
NISA
Eh tunggu dulu, biarin aja cowok ini minta maaf dulu sama kamu, baru kita pergi, kan yang salah dia emang dia yang meleng kok.
TOMMY
Hah, gue minta maaf ? hahahahaha,
NISA
Iya kenapa ? ga mau ? ya udah kalau gitu gue bakalan teriakin lo banci disini, beraninya Cuma sama cewek, mau lo ???
NISA
Pengumuman” ( sambil teriak )
Lalu anak” yang lainpun melihat kearah mereka, karena tommy yang sudah malu akhirnya menutup mulut nisa, dan terpaksa meminta maaf lalu pergi.
TOOMY
Ya udah gie minta maaf ( sambil menatap embun )
EMBUN
( hanya mengangguk dan menunduk )
NISA
Nah gitu dong, dari tadi kek
Karena terlalu lama berdebat, tiba” bel masuk kelaspun berbunyi.
NISA
Ha ah, kok bel sih, akukan belum makan !!!
Teman”nya tertawa.
VINDI
Ya udahlah, kita masuk aja.
NISA
Ih jahat banget perut aku laper banget tahu.
SOFIA
Hahaha, ya udah tahan sampai pulang nanti.
Merekapun akhirnya masuk kelas.
SCENE 8
EXT – LUAR SEKOLAH – SIANG
Ketika pulang sekolah, embun dkk, berbincang” dihalaman sekolah.
NISA
Akhirnya pulang juga. Dah ga tahan dari tadi nahan laper,
VINDI
Cup cup cup kasihan yaudah kita cari makan yuk, mau dimana dikantin apa diluar ???
NISA
Ide bagus, dimana aja deh yang penting makan !!! hehehe
SOFIA
Bagai mana jika kita makan baso ditaman dekat rumah
Mendengar kata taman, embun langsung ingat kalau dia ada janji ditaman jam 4 sore dengan rey.
NISA
Hah, ngapain jauh” sih ??? masa mau makan aja perlu pengorbanan dulu, kalau kaya gitu mah nanngung kenapa ga sekalian suruh makan nanti dirumah aja ( sambil merengek )
EMBUN
Teman” aku ga bisa lama” kasian ibu dirumah ga ada yang jagain, lagi pula jam 4 nanti aku ada janji dengan sesorang.
NISA
Ya sudah kalu begitu kita makan dirumah masing” aja hari ini ( memegang perut ) gara” anak cowok belagu tadi hari ini aku kelaparan, bikin kesel aja.
SOFIA
Hahaha, ya sudah yuk kita pulang.
Ternyata dari tadi tommy memperhatikan mereka terutama embun.
TOMMY
Cantik juga itu cewek, kalem, ga kaya sigendut itu ngeselin, biang rese, kira” kalau gue ajak kenalan mau gak ya dia ???
Tommy pun menghampiri mereka.
TOMMY
Eh eh mau kemana ???
NISA
Eh lo lagi ???
Mau apa lo ???
Mau lanjutin berantem tadi ??? ayo.
TOMMY
Eit, jangan marah” gitu dong, kali ini niat gue baik, Cuma mau kenalan bolehkan ???
NISA
Eh, enak banget ya hidup lo, udah tadi marah” gak jelas sekarang minta kenalan, ogah !!! ( mengalihkan wajah )
TOMMY
Loh kok gitu si ??? ya udah yang penting nona yang cantik ini mau berkenalan dengan aku ( sambil melihat embun dan mengulurkan tangannya ) tommy
EMBUN
Embun
NISA
Heum….heum, udahkan sekarang mau apalagi, udah sana.
VINDI
Ya ampun nisa ga boleh galak” gitu napa ?
SOFIA
Iyakan niat nya juga baik Cuma kenalan aja.
NISA
Bodo, gara” cowok Ini aku jadi ga makan tadi istirahat, perut aku jadi keroncongan, dia udah aniaya aku sampai kelaparan.
TOMMY
Hahaha, jadi masih bahas” itu ? ya udah hari ini kalian aku traktir. Makan direstoran aku.
NISA
Hah, yang bener lo ??? ( semangat )
TOMMY
Iya, jadi mau ga ????
NISA
Mau mau ( menjawab dengan cepat )
Kemudian sofia menarik nisa dan sofiapun berbisik pada nisa
SOFIA
Kamu ini gimana sih, tadi kamu marah” giliran ditawarin makan mau” juga. Ga malu apa?
NISA
Ih sofia gimana sih untuk yang ini ada pengecualian soalnya judulnya udah makan.
SOFIA
Kan malu nisa
NISA
Ga ada malu” yang penting kenyang, udah ayo ikut.
SOFIA
Ih kamu itu nyebelin ya.
NISA
Ga apa” sekali” hehehe
EMBUN
Tapi sepertinya aku ga bias ikut.
TOMMY
Loh kok kenapa ???
EMBUN
Ibu aku dirumah sendirian ga ada yang jagain.
VINDI
Kalau kamu ga ikut aku juga ga ikut deh embun
EMBUN
Loh kenapa ??? ga apa” ikut aja,
VINDI
Tapi kamu pulang sendirian embun ???
TOMMY
Ikut aja yuk nanti aku anter pulang deh.
EMBUN
Makasih ya lain kali aja, ya sudah aku duluan ya.
TOMMY
Ya sudah kalau begitu. Hati” ya.
Embunpun pulang terlebih dahulu.
Lalu tommypun berkata dalam hatinya :
( padahal ngarepin dia, eh yang mau malah cewek rese ini, tapi ga apa” deh sepertinya mereka sahabatan siapa tahu aja gue dapet informasi dari temen”nya )
Lalu mereka pergi ke café tommy.
SCENE 9
INT – RUMAH EMBUN – SIANG
sesampai dirumah tiba” embun dikejutkan karena lagi” ibunya dimarah”I oleh dilles.
DILLES
Aku ga mau tahu, aku benci orang tua seperti mu, kamu Cuma bikin aku malu, pokoknya kalau bukan kamu yang pergi, biar aku yang pergi dari rumah ini.
IBU
Kalau ibu pergi, ibu mau tinggal dimana nak ???
DILLES
Itu bukan urusan aku, terserah ibu mau tinggal dimana, yang penting ibu jauh” dari hidup aku.
Mendengar itu embunpun marah pada kakaknya.
EMBUN
Kak dilles, apa”an sih kak, sadar kak, kakak nyakitin hati ibu. Kakak ga kasihan ya sama ibu ???
DILLES
Dia yang ga kasihan sama gue, gue mallu sama temen” gue, mereka bilang gue punya ibu jelek ditambah dia buta.
EMBUN
Masya Allah kak, peduli apa dengan omongan orang, selama ini ibu yang merawat kita kak, sampai ibu bisa membiayai kuliah kakak dan membuat kakak sekarang jadi sarjana.
DILLES
Ah lo sama ya dengan ibu lo, sama” bikin kesel, ya udah kalau gitu gue yang pergi dari sini.
Lalu dillespun pergi dari rumah dengan membawa pakainnya.
IBU
Kamu mau kemana nak ( menangis sambil menahan dilles )
DILLES
Kemana saja yang penting tidak disini.
EMBUN
Jangan pergi kak, kasihan ibu
DILLES
Udah sana lo urus aja ibu lo.
IBU
Dillessssss, ( menangis )
EMBUN
Sudahlah bu, mudah”An nanti dia balik lagi kesini. ( membujuk )
IBU
Ibu Cuma khawatir dia mau kemana, dia tinggal dengan siapa.
EMBUN
Sabar ya bu…
Tiba” dia ingat janjinya namun dia membatalkannya melalui sms sebab tidak mungkin jika dia meninggalkan ibunya sendirian,
SCENE 10
INT – CAFÉ – SORE
TOMMY
Silahkan kalian mau pesan apa ??? pesan saja.
VINDI
Aku orange juice aja
SOFIA
Aku sama ya.
TOMMY
Masa dari tadi belum makan pesennya Cuma orange juice ? pesan aja makanannnya.
VINDI
Nasi goring special aja.
SOFIA
Aku mie baso aja.
TOOMY
Kalau kamu nisa ???
NISA
Sebentar ya aku lagi lihat” dulu menu yang enak.
VINDI
Nisa malu tau,
NISA
Ga kok
Tommy tersenyum melihat tingkah nisa.
NISA
Aku pesen steak iga sapi, nasi goreng special sama kentang goreng minumnya juice melon aja.
TOMMY
Oke,
Lalu tommy memanggil pelayan cafenya.
TOMMY
Kalian sudah lama temenan sama embun ???
VINDI
Luamayan lama dari kita kecil,
TOMMY
Wah berarti kalian tau dong embun itu gimana ???
NISA
Oh jelas, sangat tau. Tapi ngomong” kenapa kamu nanya” embun ??? eum kamu suka ya ???
TOMMY
( malu” ) ga kok Cuma nanya aja.
VINDI
Udah ngaku aja ga apa” kok, lagian embun itu anaknya baik, sopan, ramah, pinter satu lagi belum punya cowok. Hehehe
TOMMY
Wah yang bener.
NISA
Tukan langsung seneng gitu, kayanya ada sesuatau nih. Aku sih mau aja comblangin kamu sama dia tapi aku harus tau dulu kamu itu bener” cowok baik apa enggak. Kalau sampai kamu nyakitin dia itu sama dengan kamu ngajak aku ribut.
TOMMY
Eits, aku cowok baik” kok sumpah ( tersenyum )
NISA
Jaminan buat aku apa ???
TOMMY
Kamu boleh deh ngapain aja kalau aku sampai nyakitin embun.
NISA
Tawaran yang bagus, lalu kalau sampai aku sukses kamu kasih apa ???
TOMMY
Terserah kamu mau apa.
NISA
Aku sih ga mint apa”, Cuma makan gratis tiap hari disini, hahahaha
VINDI
Ya ampun ga bakalan jauh dari makan.
SOFIA
Hahahahaha.
TOMMY
Ok
SCENE 11
6 TAHUN KEMUDIAN
BANDUNG – SIANG
Ternyata dilles menjadi orang sukses dibandung, dia mempunyai isteri pengusaha dan 2 orang anak, rio 5 tahun dan fino 3 tahun.
SCENE 12
Ibu selalu berharap ardiles pulang, dia selalu mencari kabar kesana kemari namun tidak juga dapat. Sedangkan embun ternyata sakit kepalanya selama ini adalah kanker otak sekarang dia sudah mengalami kanker otak stadium akhir, sudah banyak cara dilakukan untuk mengobati penyakit embun tommylah yang membiayai pengobatannya Selama ini karena mereka sudah berpacaran. Sahabat” embun adalah orang” yang setia menemani embun dan selalu memberikan semangat kepada embun selain ibunya sendiri.
INT – RUANG RAWAT RUMAH SAKIT – SIANG
Embun ditemani ibunya yang sedang tertidur.
EMBUN
Tuhan, bolehkah aku meminta, bahagikanlah ibu ku ya tuhan, tolong pertemukanlah dia dengan kakak ku. Tak banyak yang dapat aku lakukan saat ini selain meminta pada mu tuhan, andai saja penyakit ini tidak ada pada diri ku, mungkin saat ini aku dapat membahagiakan ibu dan tidak membuat dia susah karena aku ya tuhan, aku hanya ingin ibu selalu bahagia bersama ku, tersenyum saat dia menatap ku, tolomg jangan kau biarkan senyum ibu ku hilang tuhan ( didalam hati )
Lalu embun membuat sebuah catatan,
Tuhan,
Aku selalu belajar menjadi yang terbaik,
Untuk orang yang aku sayangi.
Dan menyayangi ku.
Namun aku tak pernah dapat memberikan apa yang terbaik untuk mereka,
Tuhan
Aku belajar memahami kasih saying dari mereka,
Mengerti akan ketulusan mereka.
Namun aku tak pernah bisa memahami kasih saying dari seorang ayah.
Tuhan
Meski begitu aku sangat bahagia
karena aku mempunyai seorang ibu yang sangat baik dan tegar
Tuhan
Aku tau engkau begitu baik
Karena itu engkau selalu menjaga ku.
Tuhan
Aku tidak pernah mengeluh dengan penyakit ku ini,
Karena aku tahu yang ada pada diri ku ini, semua milik mu
Tuhan
Kau begitu banyak mengajarkan aku arti kehidupan,
Hingga aku tahu betapa berharganya orang” disekitar ku.
Tuhan
Jadikanlah aku orang yang selalu sabar
Agar aku selalu bisa menerima apa yang engkau beri,
Aku tidak akan meminta penyakit ku hilang tuhan,
Tapi bolehkah aku meminta satu hal
Izinkan ibu ku bahagia, berikanlah yang terbaik disisa” umurnya tuhan.
Agar jika nanti aku pergi, aku tidak berat meninggalkannya.
Amin.

Tak lama kemudian tommy datang,
TOMMY
Hai, bagaimana kabarnya sayang ?
EMBUN
Baik,
TOMMY
Syukurlah, kamu udah makan ? mau aku suapin ?
EMBUN
Boleh,
Kemudian tommy menyuapi embun
TOMMY
Ibu kenapa ga disuruh tidur disofa aja, kasihankan kalau tidur disana ?
EMBUN
Aku udah nyuruh ibu tidur disofa tapi ibu ga mau kasihan ibu sepertinya dia kelelahan.
TOMMY
Ada baiknya kalau ibu istirahat dirumah saja, biar ibu istirahat dirumah aku, nanti biar pembantu di rumah yang mengurus ibu.
EMBUN
Kamu bicarakan saja sama ibu
Tak lama kemudian ibu bangun,
TOMMY
eh ibu sudah bangun, ibu sudah makan ??? tadi tommy bawakan makanan, silahkan ibu dimakan.
( sambil memberikan makanan )
IBU
Terimakasih nak, tapi ibu tidak lapar
EMBUN
Kalau ibu ga makan nanti mlah ibu ikutan sakit
TOMMY
Iya, ada baiknya ibu makan dulu walau Cuma sedikit.
Akhirnya ibu memakan makanannya.
TOMMY
Nanti ibu ikut saya pulang kerumah ya bu, istirahat saja dirumah saya, biar nanti pembantu disana yang merawat ibu, lagi pula kemarin saya sudah usul dengan papah, mamah dan mereka setuju.
IBU
Tidak usah nak, biar ibu temani embun saja
TOMMY
Embun biar saya yang jaga bu, lagi pula sahabat” embunkan pulang kuliah suka kesini.
EMBUN
Iya ada baiknya ibu istirahat dulu, nanti kalau badan ibu sudah fit ibu kesini lagi, soalnya embun perhatikan akhir” ini ibu kurang tidur karena embun
IBU
Tidak apa”,
TOMMY
Ayolah bu, kalau ibu saying sama embun ibu istirahat saja dirumah saya.
IBU
Ya sudah kalau begitu
Mendengar persetujuan ibupun embun dan tommy sangat senang.
EMBUN
Aku boleh ga minta sesuatu sama kamu ?
TOMMY
Apa itu ???
EMBUN
Maukah kamu menemani ku selama tiga hari disini ???
TOMMY
Tentu, sampai kapanpun kamu minta pasti aku temani.
EMBUN
Terimakasih.
TOMMY
Ga usah bilang makasih saying, kaya sama siapa aja. Ya sudah nanti kalau sahabat” kamu kesini, aku pulang dulu antar ibu sekalian ambil perlengkapan aku buat disini
EMBUN
Iya, ( tersenyum )
Tak lama kemudian sahabat” embun datang. Merekapun menghampiri embun dan mencium kening embun. Dan bersalaman dengan ibu embun.
NISA
Bagaimana embun, sudah baikan ???
EMBUN
( tersenyum )
SOFIA
Eum enak nih yang lagi disuapin, kalau begitu habis makan minum obat ya
EMBUN
Iya
VINDI
Cepat sembuh ya embun biar kita bisa jalan bareng” lagi.
EMBUN
Tersenyum
TOMMY
Kalau begitu aku nitip embun dulu ya, soalnya mau anter ibu pulang dulu,
VINDI
Oh iya, hati” ya awas jagain tante aku ya.
SOFIA
ok tom, hati” ya tante.
TOMMY
Sip, thank ya..
SCENE 13
INT – RUMAH TOMMY – SORE
Tommy dan ibu sampai dirumah
TOMMY
Ibu tunggu disini ya, biar tommy pamggil bi erna dulu.
IBU
Iya nak,
TOMMY
Bi…..bi erna
Bi ernapun bergegas menghampiri tommy
BI ERNA
Iya mas tommy.
TOMMY
Bi tolong antar ibu kekamar ya, tolong dibantu kalau ibu perlu apa”.
BI ERNA
Oh iya mas.
TOMMY
Ibu ikut bi erna ya, kalau ibu perlu apa” minta aja sama bi erna.
IBU
oh iya nak, terimakasih ya.
BI ERNA
Mari bu.
Lalu tommy mengambil pakainnya untuk beberapa hari menginap di rumah sakit menemani embun.
Cut to
SCENE 14
INT – KAMAR TOMMY – SORE
Tommy membereskan pakain, perlengkapan mandi dan memasukannya ke tas ransel.
Lalu dia berpamitan kepada orang tuanya, melalui telepon. Dan kerumah sakit kembali
Cut to
SCENE 15
INT – RUANG INAP EMBUN – MALAM
TOMMY
Makasih ya udah nemenin embun
VINDI
Ga apa nyantai aja kali
NISA
Tau nih tommy biasa aja kali,
SOFIA
Kitakan sahabat embun jadi ga masalah kali tommy, ga usah sungkan gitu
TOMMY
hehehe soalnya aku kelamaaan
NISA
Ya ampun tommy kok jadi sungkan gitu sih ?
TOMMY
Hehehe
SOFIA
Ya udah kalau gitu kita pulang dulu ya, soalnya udah malem besok kuliah pagi, lagi pula embun sudah tertidur, oh iya kalau ada apa” kabarin kita ya tom ?
TOMMY
Oh iya makasih banyak ya, hati” dijalan.
Tak lama sahabatnya pulang, embun terbangun disana ada tommy yg sedang menemani embun.
TOMMY
Sayang, kamu dah bangun ya ?
EMBUN
( tersenyum ) mana yang lainnya ?
TOMMY
Mereka baru saja pulang soalnya ada kuliah pagi, tadi kamu tertidur jadi ga enak bangunin kaamu sayang.
EMBUN
Makasih ya saying kamu udah mau nemenin aku disini.
TOMMY
( tersenyum ) cepet sembuh ya sayang, sambil mencium kening embun.
SCENE 16
3 HARI KEMUDIAN
INT – RUANG RAWAT EMBUN – MALAM
EMBUN
Sayang makasih ya, kamu udah nemenin aku selama ini, hal terindah yang pernah aku alami dalam hidup ku adalah tuhan memberikan begitu banyak orang” yang saying dan peduli sama aku.
Tak banyak yang bisa aku lakukan buat kamu, tapi kamu begitu setia dan sabar merawat aku. Aku hanya berharap tuhan selalu menjaga kamu, dan memberikan apa yang kamu inginkan.
TOMMY
Keinginan terbesar dalam hidup ku saat ini adalah melihat kamu sembuh dan aku bias menikah dengan mu,
EMBUN
Tapi bagaimana jika aku tidak dapat memberikan itu semua kepada mu ??? aku selalu berharap bias memberikan yang terbaik untuk orang” yang menyayangi ku, membuat mereka nyaman berada disamping ku, tapi terkadang aku berfikir tak banyak yang dapat aku lakukan saat ini.
TOMMY
Allah tidak menjanjikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar, tapi ketahuilah bahwa dia selalu memberikan pelangi disetiap badai, senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan dan jawaban disetiap doa.
EMBUN
Jika sampai waktu ku, sepertinya masih ada beban didalam hati ku, aku begitu berat melepas orang” yang aku sayangi, sahabat” ku,terutama kamu dan ibu, yang aku fikirkan bagaimana dengan ibu ??? aku tidak pernah melihat senyum kebahagiaan dari wajahnya, bahkan disisa umurnyapun kesedihan selalu menghampirinya.setiap hari yang aku dengar dari doanya dia hanya meminta untuk kebahagian anak”nya kesembuhan ku dan dia selalu memohon agar suatu saat kak dilles kembali. Bahkan dia tidak pernah memikirkan tentang dirinya sama sekali. Bolehkah aku menitipkan ibu kepada mu ?
TOMMY
Sayang kamu ngomong apa, aku yakin kamu pasti sembuh kok.
EMBUN
Hari ini hari terakhir kamu disini, makasih ya sayang kamu sudah mau menemani ku.
TOMMY
Ga apa” sayang, kalaupun kamu menyuruh aku selalu disini aku mau kok
EMBUN
( tersenyum ) aku boleh ga minta pembuktian kalau kamu itu saying sama aku ?
TOMMY
Pembuktian apalagi sayang ?
EMBUN
Aku mau sehari besok kita ga ketemu, kamu ga sms dan telepon aku dulu, karena aku ingin tahu seberapa besar sayang kamu sama aku ?
TOMMY
Tapi kalau aku ga ketemu bahkan ga boleh sms sama telepon kamu bagaimana aku bias memantau keadaan kamu sayang ?
EMBUN
Sehari aja sayang, tolong ya ?
TOMMY
Ya sudah kalau begitu, aku telepon pak herman dulu ya, biar dia antar ibu kesini. Soalnya bi erna bilang dia pengen kesini terus jagain kamu. Sekalian biar ada yang jagain kamu saying
EMBUN
Tersenyum
Cut to
SCENE 17
BESOK HARINYA
INT – KAMAR TOMMY – MALAM MENJELANG PAGI
TOMMY
Kamu kok tega banget sih, larang aku nemuin kamu bahkan aku ga boleh telepon atau sms kamu, aku kangen banget denger suara kamu, apa gue telepon aja kali ya, atau sms aja biar gue tahu keadaannya. Tapi kalau gue telepon atau sms nanti dia malah berfikir gue ga saying sama dia. ( sambil melihat hp ) ya udah Cuma sehari aja kok gue harus kuat lagi pula sebentar lagi mau jam stengah satu pagi berarti udah ganti hari. ( dalam hatinya )
Tak lama kemudian tommy mendapatkan telepon dia melihat layar handphonenya ternyata yang menelepon no embun lalu dia mengangkatnya.
TOMMY
Saying akhirnya kamu nelepon juga, aku kangen banget. Gimana kabr kamu ?
SOFIA
Hallo, tom, embun udah ga ada dia baru aja ninggalin kita ?
TOMMY
( kaget ) handphonenya terjatuh lalu dia bergegas ke rumah sakit.
SCENE 18
INT – RUMAH SAKIT – DINI HARI
tommy dating sambil menangis disana ada ibu dan sahabat” embun yang sedang menangis.
TOMMY
Saying, kenapa kamu tinggalin aku ??? kamu janji Cuma sehari aja aku ga boleh ketemu kamu, tapi kamu malah pergi, bangun saying bangunnnnnn, bangun saying ini aku dating ( sambil memeluk embun )
Lalu sofia menghampiri tommy,
SOFIA
Sabar ya tom, ini catatan dari embun sepertinya dia menulis untuk mu,
Lalu tommy membaca catatan itu
“dear tommy”
Saying makasih ya, kamu udah nepatin janji kamu sama aku, ga nemuin, nelpon dan sms aku, mudah”an untuk seterusnya kamu bisa terbiasa lakuin ini buat aku, makasih ya sayang hari” terindah aku bersama kamu, aku titip ibu ya.
Setelah membaca catatan tersebut tommy menangis.
TOMMY
Selamat jalan sayang ( mencium kening embun sambil menangis )
Cut to
SCENE 19
SEMINGGU KEMUDIAN
INT – RUMAH TOMMY – SIANG
tommy mempunyai informasi tentang keadaan dilles dan dia berniat memberitahukan pada ibu embun
TOMMY
Ibu aku ada kabar gembira untuk ibu.
IBU
Apa itu nak ?
TOMMY
aku dapat informasi tentang keberadaan dilles bu. Setelah seminggu ini aku mencari informasi bareng teman aku.
IBU
Benarkah itu nak ? ( senang )
TOMMY
Ia bu besok kita kesana, menurut informasi dilles sekarang dibandung bu, dia menjadi pengusaha sukses sudah mempunyai isteri dan dua orang anak.
IBU
Iya nak, ibu sudah tidak sabar.
Cut to
SCENE 20
BESOK HARINYA
EXT – HALAMAN RUMAH TOMMY – SIANG
IBU
Ibu sudah tidak sabar nak.
TOMMY
iya, sekarang kita jalan ya bu,
IBU
Iya nak.
SCENE 21
Sesampai dibandung
EXT – PINTU RUMAH DILLES – SORE
Mereka mengetuk pintu rumah dilles, kemudian isteri dan anak” dilles membukakkannya. Namun isteri dan anaknya kaget.
RIO
Haaaaa, ada monster, tutup pintu rumahnnya mah ada monster ( ketakutan karena takut melihat ibu dilles )
ISTRI DILLES
Cari siapa ?
IBU
saya ibunya dilles, apa benar ini rumahnya dilles ?
Istrinya kaget
ISTRI DILLES
ibunya ? sebentar saya panggilkan dulu.
Lalu istrinyapun memanggil dilles lalu dillespun keluar.
DILLES
Ngapain sih kamu kesini ?
IBU
Anak ku, ( sambil memeluk dilles karena rindu )
Tiba” dilles mendorong ibunya.
RIO
Dia monster pah, rio takut
DILLES
Kamu lihat kamu hanya membuat anak ku takut, dengan mata buta mu itu, tidak ada yang suka dengan kamu, pergi sana !!! ( mengusir )
IBU
Ibu hanya ingin bertemu kamu nak dan bertemu istri dan anak” mu ( cucu ibu ), ibu saying sekali sama kamu, tidak ada yang ibu harapkan dari kamu selain kamu bahagia. Bahkan ibu rela membuang kebahagian ibu asalkan kamu tidak menderita, sudah lama ibu simpan rahasia ini tapi tidak ada salahnya Ibu ceritakan sama kamu sekarang, dulu ketika kamu masih kecil kamu mengalami kecelakaaan, dan dokter mengatakan kamu tidak bias melihat lagi, tapi karena ibu tidak mau melihat kamu menderita maka ibu rela memberikan kedua mata ibu untuk kamu. Ibu rela tidak bisa melihat indahnya dunia asalkan kamu dapat melihat keindahan itu dan menceritakannya pada ibu. Ibu rela dihina dan ditertawakan asalkan bukan kamu yang dihina dan ditertawakan orang.
Mendengar cerita ibunya DILLES merasa bersalah karena selama ini dia berfikir ibunya adalah orang tua yang memalukan, jelek dan buta, dia sadar ternyata ibunya buta karena dia, dia memeluk ibunya dan akhirnya meminta maaf atas kesalahnya selama ini,
DILLES
Maaafkan dilles bu.
IBU
Tidak apa” ibu tidak pernah marah sama kamu siang malam ibu selalu berdoa agar Allah selalu berikan yang terbaik untuk kamu.
DILLES
Mana adik ku bu ?
Lalu ibu menceritakan semua yang terjadi pada embun, dillespun kaget dan merasa tambah bersalah karena sampai adiknya sakitpun dia tidak ada disamping adiknya, ditambah dia tidak bias bersama adiknya ketika detik” kepergian adiknya.
DILLES
Ya sudah mulai saat ini ibu tinggal dengan aku ya,
Lalu dilles mengenalkan istri dan anak”nya pada ibunya, dan mengucapkan banyak terimakasih kepada tommy yang sudah banyak membantu dan berjasa pada ibu dan adiknya. Kemudian tommy pamit pulang dan menziarahi makam embun menceritakan kalau ibunya sudah bertemu kembali dengan kakaknya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. The Boys Club - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger